Pola asuh keluarga dan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Mangli Kabupaten Jember

Nida Asni Furoidah, Sulistiyani Sulistiyani, Lirista Dyah Ayu Oktafiani

Abstract


Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi utama karena dampak yang diakibatkan sangat kompleks. Stunting dapat mengganggu perkembangan otak, kepandaian anak, dan menghambat pertumbuhan fisik serta dapat menurunkan kemampuan kognitif anak apabila terjadi dalam jangka waktu panjang. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara pola asuh keluarga dengan kejadian stunting di Puskesmas Mangli. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan studi Case Control. Sampel penelitian sebanyak 46 balita usia 12̶ 24 bulan sebagai sampel kasus dan 92 balita usia 12-24 bulan sebagai sampel kontrol. Data diperoleh melalui wawancara door to door pada sampel kasus dan kontrol. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan dan setiap pertayaan mengacu pada buku kesehatan ibu dan anak. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odd Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar responden kelompok kasus (63%) menerapkan pola asuh yang kurang baik, sedangkan kelompok kontrol (72,8%) telah menerapkan pola asuh yang baik pada balita. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-24 bulan di wilayah Puskesmas Mangli Kabupaten Jember (p<0,001 dan OR=4,572). Kesimpulan: Balita yang memiliki pola asuh kurang baik berisiko 4,6 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita dengan pola asuh baik.


Keywords


stunting; pola asuh; status gizi; balita

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI. Situasi Gizi di Indonesia. Infodatin Kementeri Kesehat RI. 2016;53(9):1689–99.

Teja M. Stunting Balita Indonesia Dan Penanggulangannya. Pus Penelit Badan Keahlian DPR RI. 2019;XI(22):13–8.

Kemenkes RI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. 2020. 1 p.

Bella FD, Fajar NA, Misnaniarti M. Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting balita dari keluarga miskin di Kota Palembang. J Gizi Indones. 2019;8(1):31.

Muthmainnah. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan di Wilayah Pegunungan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Tahun 2017. Uam. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; 2018.

Nurmalasari Y, Anggunan A, Febriany TW. Hubungan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulantingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Sur. J Kebidanan Malahayati. 2020;6(2):205–11.

Mustamin M, Asbar R, Budiawan B. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015. Media Gizi Pangan. 2018;25(1):25.

Aini EN, Nugraheni SA, Pradigdo SF. Faktor yang Mempengaruhi Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Cepu Kabupaten Blora. J Kesehat Masy. 2018;6:454–61.

Chavez-Zarate A, Maguina JL, Quichiz-Lara AD, Zapata-Fajardo PE, Mayta-Tristan P. Relationship between stunting in children 6 to 36 months of age and maternal employment status in Peru : A sub-analysis of the Peruvian Demographic and Health Survey. Pols One. 2019;1–16.

Nasikhah R, Margawati A. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 bulan di Kecamatan Semarang Timur. J Nutr Coll. 2012;1:176–84.

Utami RA, Juliani E. Stimulasi Mental , Sosial-Psikologi Dan Suplementasi Gizi Yang Mempengaruhi Stunting. Kesehat Holistik. 2020;4(1):34–51.

Sari YW, Wirjatmadi B, Setyaningtyas SW. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro , Personal Hygiene Ibu , Sanitasi Lingkungan Dan Diare Dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan. J Kesehat Masy. 2020;11(2(2020)):94–104.

Aisah S, Ngaisyah RD, Rahmuniyati ME. Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan. Pros Semin Nas Multidisiplin Ilmu. 2019;1(2):49–55.

Illahi RK. Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, dan Panjang Lahir dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan di Bangkalan. J Manaj Kesehat. 2017;3(1):1–14.

Kullu VM, Lestari H. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan tahun 2017. J Ilm Mhs Kesehat Masy. 2018;3(2):1–11.

Zakaria R, Suma J. Faktor Penentu Stunting pada Anak Berusia 24-59 Bulan di Gorontalo , Indonesia. J Kesehat Ibu dan Anak. 2020;05(3):287–96.

Syabandini IP, Pradigdo SF, Suyatno, Pangestuti DR. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Daerah Nelayah (Studi Case-Control di Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Tanjung Mas, Kota Semarang). J Kesehat Masy. 2018;6(1):496–507.




DOI: https://doi.org/10.35842/ilgi.v6i2.363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 Ilmu Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lmu Gizi Indonesia indexed and listed by: 

Google Scholar Google Scholar    

     

Ilmu Gizi Indonesia ISSN  2580-491X   (Media Cetak) dan ISSN  2598-7844   (Media Online)

Adress: 

Ilmu Gizi Indonesia

Jalan Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Telp. (0274) 4437888

Fax. (0274) 4437999

email: ilgi@respati.ac.id/ redaksiilgi@gmail.com

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats ILGI