Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi 0–6 bulan di Provinsi Bengkulu (Analisis data SDKI 2017)

Fauziah Multazmi, Betty Yosephin Simanjuntak, Jumiyati Jumiyati

Abstract


Latar Balakang: ASI, makanan pertama untuk bayi, mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi agar tetap sehat. Antibodi pada ASI dapat mencegah berbagai penyakit dan memberi perlindungan terhadap diare. Salah satu penyebab kematian terbesar pada kelompok umur 0–12 bulan (11,4%) dan pada anak (23%) adalah diare. Prevalensi diare di Provinsi Bengkulu berada di angka 14,3%. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi 0–6 bulan di Provinsi Bengkulu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang mengkaji data sekunder SDKI 2017. Penelitian ini melakukan observasi terhadap kuesioner ASI eksklusif dan kejadian diare pada bayi usia 0–6 bulan dengan total data yang dikaji sebanyak 233 data. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil: Capaian pemberian ASI eksklusif bayi usia 0–6 bulan sebesar 51,1%, dan bayi yang mengalami diare sebesar 20,1%. Kejadian diare ditemukan lebih besar pada bayi usia 0–6 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusif (11,1%) dibanding yang mendapatkan ASI eksklusif (9%) (p=0,413). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi 0–6 bulan di Provinsi Bengkulu.


Keywords


ASI eksklusif; bayi 0-6 bulan; kejadian diare; SDKI 2017

Full Text:

PDF

References


Maryunani A. Asuhan neonatus, bayi, balita dan anak pra-sekolah. Jakarta: In Media; 2014.

Adriani M & Wirjatmadi B. Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Prenada Media Group; 2016.

BKKBN. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: BKKN; 2018.

Setyarini A, Mexitalia M, Margawati A. Pengaruh pemberian ASI eksklusif dan non eksklusif terhadap mental emosional anak usia 3–4 tahun. Jurnal Gizi Indonesia. 2015;4(1):16–21.

Rane S, Jurnalis YD, Ismail D. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2013. J Kesehat Andalas. 2017;6(2):391– 395.

Maihartati TD. 1000 hari pertama kehidupan. Yogyakarta: Deepublish; 2019.

Hatta H. Hubungan riwayat pembeian ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. J Dunia Gizi. 2020;3(1):59– 66.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan riskesdas 2018. Lap Nas Riskesdas 2018. 2018;53(9):154–165.

Malau RJ, Riau W, Napitupulu D. Hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian diare pada bayi di Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan tahun 2017. J Kedokt. 2018;74– 77.

Rahmawati A. Pemberian ASI eksklusif dan status gizi serta hubunganya terhadap kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat. J Kesehat. 2019;10(1):105–114.

Antya TM, Jurnalis YD, Sulastri D. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi di Wilayah Puskesmas Nanggalo Padang. J Kesehat Andalas. 2016;5(1):149–153.

Waryana. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihama; 2010.

Dewey KG, Mayers DR. Early child growth: How do nutrition and infection interact? Matern Child Nutr. 2011;7(SUPPL. 3):129–142.

Analinta A. Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya 2017. Amerta Nutr. 2019;3(1):13–17.

Suryantini NW, Retnaningsih LN, Krisnanto PD. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada anak usia 6-12 bulan di Posyandu Desa Wedomartani Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak II. J Keperawatan Respati Yogyakarta. 2017;4(3):263–268.

Sumampouw OJ, Soemarno, Andarini S, Sriwahyuni E. Diare balita suatu tinjauan dari bidang kesehatan masyarakat. 1st ed.Yogyakarta: Deepublish; 2017.

Adikarya IPGD, Nesa NNM, Sukmawati M. Hubungan ASI eksklusif terhadap terjadinya diare akut di Puskesmas III Denpasar Utara periode 2018. Intisari Sains Medis. 2019;10(3):515–519.

Alam S & Syahrir S. Hubungan personal hygiene pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi di Kelurahan Dannuang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba tahun 2016. Higiene. 2017;3(2):76–86. http://journal. uin-alauddin.ac.id/index.php/hi. Higiene.

Kosapilawan MM, Gunawan DCG, Nofiartika F. Hubungan praktik penggunaan botol susu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo 1, Kota Yogyakarta. Ilmu Gizi Indonesia. 2019;3(1):45–52.

Iskandar I, Maulidar M. Hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. AcTion Aceh Nutr J. 2016;1(2):73–77.

Utami N, Luthfiana N. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada anak. Majority. 2016;5(4):101–106.




DOI: https://doi.org/10.35842/ilgi.v6i1.270

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Ilmu Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lmu Gizi Indonesia indexed and listed by: 

Google Scholar Google Scholar    

     

Ilmu Gizi Indonesia ISSN  2580-491X   (Media Cetak) dan ISSN  2598-7844   (Media Online)

Alamat: 

Ilmu Gizi Indonesia

Jalan Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Telp. (0274) 4437888

Fax. (0274) 4437999

email: ilgi@respati.ac.id/ redaksiilgi@gmail.com

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats ILGI