Substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fsik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar Fe

Authors

  • Devillya Puspita Dewi Respati University Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.35842/ilgi.v1i2.22

Keywords:

Cookies, Tepung kelor, Fisik, Organoleptik, Proksimat, Fe

Abstract

Latar Belakang : Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah, banyak tanaman yang tumbuh dan memilikinilai gizi tinggi bagi masyarakat. Kelor merupakan salah tumbuhan yang bernilai gizi tinggi yaitu kandungan protein dan besi. Upaya pemanfaatan dengan cara diversifikasi pangan melalui  subtitusi tepung daun kelor dalam pembuatan cookies. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi pencampuran tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar fe. Metode: Jenis penelitian adalah True Experimental. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Sederhana dengan 4 pembuatan variasi kue kering substitusi tepung sorghum. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitney serta uji Anova dan uji Pos Hoc Test. Uji sifat fisik dilakukan oleh peneliti, uji organoleptik dilakukan oleh 25 panelis agak terlatih, serta uji kadar proksimat dan besi di Laboratorium. Hasil : Sifat fisik cookies B adalah memiliki warna kehijauan, sedikit beraroma daun kelor, rasa manis dan teksturnya agak keras. Kadar protein tertinggi ada pada cookies D yaitu 11,95%, karbohidrat pada cookies A yaitu 62,485%, lemak pada cookies D yaitu 16,52%, kadar air pada cookies A yaitu 15,77%, kadar abu pada cookies D yaitu 3,655%, serta Fe pada cookies D yaitu 31,52 ppm.Kesimpulan : Ada pengaruh variasi pencampuran tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar fe.

 

References

Juslina, Thaha, A.R., Virani. Asupan Zat Besi (Fe) Dan Hubungannya Dengan Jenis-jenis Anemia Pada Wanita Prakonsepsi Di Kecamatan Ujung Tanah Dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Jurnal MKMI. 2013.

Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit PT Gramedia. 2009.

Kemenkes,. Riset Kesehatan Dasar . Jakarta : Kemenkes RI. 2013.

Iskandar.I., Hadju.V., As’ad.S., Natsir.R. Effect of Moringa Oleifera Leaf extracts Supplementation in Preventing Maternal Anemia and Low Birth Weight. International Journal of Scientific and Research Publications. Vol.5. February 2015.

Andarina dan Sumarmi. Hubungan Konsumsi Protein Hewani dan Zat Besi dengan Kadar Hemoglobin pada Balita Usia 13–36 Bulan. Jurnal. The Indonesian Journal of Public Health, Vol 3, No 1. Surabaya.2006.

Palupi NS, Zakaria FR, Prangdimurti E. Evaluasi Nilai Biologis Vitamin dan Mineral. Bandung : Pustaka Utama. 2010.

Suarni. Pemanfaatan Tepung Sorgum Untuk Produk Olahan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol 23. No 4. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Deparemen Pertanian. Jakarta.2008

Smith. Biscuit, Crakers and Cookies. London: Applied Science Publisher Ltd. Vol. 1.1972

Winarno. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. 2004

Kinasih. Khasiat dan Manfaat Daun Kelor. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. 2008

Khoiriyah. N dan Amalia.L. Formulasi Cincau Jelly Drink (Premna oblongifolia L Merr) sebagai Pangan Fungsional Sumber Antioksidan. Jurnal Gizi dan Pangan. Juli 2014. Volume 9 (2) hal 73-80.

Osman. M.H., Shayoub.M.E., Babiker.M.E., Elhassan. Effect of Ethanolic Leaf Extract of Moringa Oleifera on Alumimun-induced Anemia in White Albino Rats. Jordan Journal of Biological Sciences. Vol 3. Number 4. December 2012.

Krisnadi. A.D. Kelor Super Nutrisi. Pusat Informasi Dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. 2008.

Published

2018-02-26

Issue

Section

Articles