Hubungan antara tingkat konsumsi makanan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada santriwati
DOI:
https://doi.org/10.35842/ilgi.v8i2.511Keywords:
Anemia, konsumsi TTD, santriwatiAbstract
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu permasalahan gizi yang kerap dialami oleh remaja putri. Salah satu kalangan remaja putri yang berisiko tinggi terkena anemia adalah santriwati karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan untuk menyediakan makanan sehat dan kurangnya kontrol dari orang tua atas asupan gizi yang dikonsumsi. Tujuan: mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi makanan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada santriwati. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan jenis studi cross-sectional yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Badri Kalisat Jember pada bulan Mei 2023. Populasi adalah santriwati yang berjumlah 250 orang dengan sampel penelitian sebanyak 132 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data tingkat konsumsi makanan menggunakan food recall, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-08). Data anemia menggunakan hemometer digital, data status gizi menggunakan timbangan berat badan digital dan microtoice. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden berusia 12–18 tahun, memiliki status gizi (IMT/U) baik (77,3%), tidak anemia (93,2%), defisit tingkat konsumsi energi (46,2%) dan protein (63,6%), kurang konsumsi zat besi (52,3%) dan vitamin C (76,5%) dan kepatuhan konsumsi TTD rendah (95,5%). Tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi energi (p=0,369), protein (p=0,553), zat besi (p=0,497), vitamin C (p=0,685) dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) (p=0,301) dengan kejadian anemia. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi enegi, protein, zat besi, vitamin C dan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia santriwati
References
Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. Vol. 127, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Lembaga Penerbit BALITBANGKES; 2013. 1275–1279 p.
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Lembaga Penerbit BALITBANGKES; 2018. 674 p.
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. 2014;139.
Sholicha CA, Muniroh L. Hubungan asupan zat besi, protein, vitamin C dan pola menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 1 Manyar Gresik. Media Gizi Indonesia. 2019;14(2):147.
Lewa AbdF. Hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu. Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2016;3(1):26–31.
Kemenkes RI. Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018;
Okam MM, Koch TA, Tran MH. Iron deficiency anemia treatment response to oral iron therapy: A pooled analysis of five randomized controlled trials. Haematologica. 2016;101(1):e6–7.
Eka PS. Perbandingan kejadian anemia pada remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dan di rumah di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darussalam Kepung Kediri. Jurnal Ilmiah Kebiadanan. 2018;4(2):114–9.
Wahdah R, Setyowati H, Salafas E. Hubungan pola makan dengan kejadian anemia di Pondok Pesantren Al Mas’udiyah Puteri 2 Bleter Kabupaten Semarang Tahun 2019. Journal of Holistics and Health Sciences. 2019;1(1):2–3.
Priyanto LD. The relationship of age, educational background, and physical activity on female students with anemia. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2018;6(2):139.
Indrawatiningsih Y, Hamid SA, Sari EP, Listiono H. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. 2021;21(1):331.
Sherina R, Rize Budi A, Lestari S, Endyka Erye F. Relationship between age, menstrual cycle, and length of menstruation with anemia in adolescent girls in the Gresik district. World Journal of Advanced Research and Reviews. 2023;19(3):250–5.
Tarwoto, Aryani R, Nuraeni A, Miradwyana B, Tauchid SN, Aminah S, et al. Kesehatan remaja problem dan solusinya. Aryani R, editor. Jakarta: Salemba Medika; 2015.
Rahayu PS, Suparman S, Dewi M, Agung F, Hastuti W. Asupan energi, asupan protein, aktifitas fisik dan status gizi pada remaja putri di Pondok Pesantren. Jurnal Kesehatan Siliwangi. 2022 Apr 30;2(3):995–1003.
Permatasari T, Briawan D, Madanijah S. Hubungan asupan zat besi dengan status anemia remaja putri di Kota Bogor. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;4(2):95–101.
Ofojekwu M jane N, Nnanna OU, Okolie CE, Odewumi LA, Isiguzoro IOU. Hemoglobin and serum iron concentrations in menstruating nulliparous women in Jos, Nigeria. Lab Medicine. 2013;44(2):121–4.
Herwandar FR, Heryanto ML, Juita SR. Hubungan kadar hemoglobin dengan siklus mensruasi pada remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal. 2023 Jun 1;14(01):99–106.
Nurwulan E, Furqan M, Debby ES. Hubungan asupan zat gizi, pola makan, dan pengetahuan gizi dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Yatim At-Thayyibah Sukabumi. Argipa. 2017;2(2):hal. 65-74.
Asmita. Hubungan Tingkat konsumsi energi, protein, Fe dan tablet tambah darah dengan status anemia pada remaja putri di SLTPN 1 Menui Kabupaten Morowali. Poltekkes Kemenkes Kendar. 2023.
Pritasari, Damayanti D, Lestari NT. Gizi dalam daur kehidupan. Cetakan Pertama. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017. 292 p.
Nurwulan E, Furqan M, Debby ES. Hubungan asupan zat gizi, pola makan, dan pengetahuan gizi dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Yatim At-Thayyibah Sukabumi. Argipa. 2017;2(2):hal. 65-74.
Manikam RM, Angesti AN, Sarah Mardiyah. Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada santriwati di Kota Bekasi. Jurnal Sains Kesehatan. 2022;29(2):1–11.
Setiyaningrum Z. Asupan zat gizi dan status gizi remaja putri di Pondok Pesantren Firdaus. Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK). 2021;3(01):1–8.
Manikam RM, Angesti AN, Sarah Mardiyah. Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada santriwati di Kota Bekasi. Jurnal Sains Kesehatan [Internet]. 2022;29(2):1–11. Available from: http://jurnal.stikestrimandirisakti.ac.id/index.php/jsk/article/view/243/pdf
Lestari IP, Lipoeto NI, Almurdi A. Hubungan konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada murid SMP Negeri 27 Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2018;6(3):507.
Yuniastuti A. Nutrisi mikromineral dan kesehatan. Harjono, Tamrin M, editors. Semarang: UNNES PRESS; 2014. 160 p.
Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. Penilaian status gizi. Rezkina E, Agustin CA, editors. Jakarta: EGC; 2016. 396 p.
Habibie IY, Oktavia F, Dwi A, Ventiyaningsih I. Asupan vitamin C tidak berhubungan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Kota Malang. Indonesian Journal of Human Nutrition. 2018;5:113–24.
Syah MNH, Novianti H, Asna AF, Perdana SM. Studi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan asupan zat gizi terkait anemia pada siswa perempuan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Bekasi, Indonesia. Media Gizi Mikro Indonesia. 2022;13(2):105–16.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ilmu Gizi Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


