Pengaruh pendidikan gizi menggunakan video animasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri

Authors

  • Mahfuzhoh Fadillah Heryanda Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Faradina Aghadiati Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Devieka Rhama Dhanny Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
  • Widya Lestari Nurpratama Prodi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.35842/ilgi.v8i2.461

Keywords:

anemia, pendidikan gizi, remaja putri, video

Abstract

Latar Belakang: Anemia gizi besi merupakan masalah gizi yang banyak dialami oleh remaja putri karena berada pada masa pertumbuhan dan juga dampak menstruasi. Dampak anemia cukup signifikan antara lain kelelahan, penurunan konsentrasi, dan gangguan pertumbuhan. Upaya untuk mencegah dan menurunkan prevalensi anemia salah satunya dengan pendidikan gizi mengenai anemia pada remaja putri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan gizi tentang anemia dengan video animasi pada peningkatan pengetahuan remaja putri. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest and posttest yang dilakukan pada 74 siswi (30 kelompok intervensi dan 44 kelompok kontrol) menggunakan metode purposive sampling di SMKN 2 Sukoharjo, Jawa Tengah pada tahun 2017. Pendidikan gizi tentang anemia diberikan pada kelompok intervensi melalui video animasi, sedangkan kelompok kontrol dengan metode ceramah. Intervensi pendidikan gizi dilakukan dua kali selama 40 menit. Analisis data menggunakan uji paired sample T-test, Wilxocon, Mann-Whitney, dan Independent sample T-test. Hasil: Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan gizi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol secara signifikan (p<0,05) setelah diberikan intervensi pendidikan gizi. Rata-rata peningkatan skor pengetahuan relatif lebih tinggi pada kelompok intervensi dibanding kontrol. Rata-rata peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi adalah 50,47±11,06 menjadi 86,40±4,01, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 51,45±10,00 menjadi 78,82±8,94. Kesimpulan: Program pendidikan gizi dengan video animasi yang dilakukan di lingkungan sekolah praktis dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi tentang defisiensi besi pada remaja putri.

References

World Health Organization. Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. 2011.

Kusuma NI, Kartini F. Changes in knowledge and attitudes in preventing anemia in female adolescents : A comparative study. Women, Midwives and Midwifery Journal. 2021;1(2).

Riset Kesehatan Dasar Republik Indonesia. Hasil utama RISKESDAS 2018. Balitbangkes; 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil riset kesehatan dasar 2013. Jakarta (ID); 2013.

Kementrian Kesehatan RI. Survei kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta (ID); 2018. 1–68 p.

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. Profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. Sukoharjo; 2015.

Ernawati E, Baso YS, Hidayanty H, Syarif S, Aminuddin A, Bahar B. Effects of anemia education using web-based she smart to improve knowledge, attitudes, and practice in adolescent girls. Int J Heal Med Sci. 2022;5(1):44–9.

Briawan D. Anemia masalah gizi pada remaja wanita. Jakarta (ID): ECG; 2016.

Abu-Baker NN, Eyadat AM, Khamaiseh AM. The impact of nutrition education on knowledge, attitude, and practice regarding iron deficiency anemia among female adolescent students in Jordan. Heliyon. 2021;7(2):1-7.

American Society of Hematology. 2018. Anemia. [Diakses Mei 2024]. https://www.hematology.org/education/patients/anemia

World Health Organization. World Health Organization. 2018. Adolescents: health risks and solutions.

Gali N, Tamiru D, Tamrat M. The emerging nutritional problems of school adolescents: overweight/obesity and associated factors in Jimma Town, Ethiopia. J Pediatr Nurs. 2017;35(1):98–104.

Yunitasari AR, Sinaga T, Nurdiani R. Nutritient intake, physical activity, nutrition knowledge, nutritional status, and physical fitness of elementary school sport teacher. Media Gizi Indones. 2019;14(2):197.

Asakura K, Todoriki H, Sasaki S. Relationship between nutrition knowledge and dietary intake among primary school children in Japan: Combined effect of children’s and their guardians’ knowledge. J Epidemiol. 2017;27(10):483–91.

Haryana NR, Kustiyah L, Madanijah S. Pengaruh intervensi gizi multikomponen pada guru, orang tua dan siswa sekolah dasar terhadap pengetahuan, sikap dan ketersediaan buah sayur di rumah. Media Gizi Indones 2019. 2017;14(1):44–55.

Nurmasyita, Widjanarko B, Margawati, Ani. The effect of nutrition education interventions on increasing nutritional knowledge, changes in nutrient intake and body mass index for overweight adolescents. J Gizi Indones (The Indones J Nutr. 2016;4(1):38–47.

Lin L, Li M. Optimizing learning from animation: Examining the impact of biofeedback. Learn Instr. 2018;55(August 2017):32–40.

de Koning BB, Marcus N, Brucker B, Ayres P. Does observing hand actions in animations and static graphics differentially affect learning of hand-manipulative tasks? Comput Educ. 2019;141(December 2018):103636. 1–17.

Listiana A, Jasa NE. The influence of health education using video education media on increasing adolescent women’s knowledge about anemia. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati). 2023;9(4):671–6.

Masitah R, Pamungkasari EP, Suminah S. The effectiveness of animation video to increase adolescents’ nutritional knowledge. Media Gizi Indones. 2020;15(3):197–206.

Lemeshow S. Adequacy of sample size in health studies. New York: World Health Organization; 1990.

World Health Organization. World Health Organization. 2017. Nutritional anemias: tools for effective prevention and control.

Khomsan A. 2022. Tehnik pengukuran pengetahuan gizi. Bogor: IPB Press.

Gambir J, Jaladri I, Sari EM, Kurniasari Y. A nutrition diary-book effectively increase knowledge and adherence of iron tablet consumption among adolescent female students. J Gizi dan Diet Indones (Indonesian J Nutr Diet). 2021;8(2):87–92.

World Health Organization. Rapid assessment of the implementation of adolescent health programmes in countries of South-East Asia. 2021.

Hayda I. Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan, praktik gizi seimbang dan status gizi di SDN Paringin 2 Kalimantan Selatan. Journal Gizi Indonesia. 2017. 6(1): 58–63.

Safitri ED, Aritonang I, Wirawan S, Sitasari A. Efektivitas penggunaan media video animasi tentang anemia pada remaja putri. Ilmu Gizi Indonesia. 2024;07(02):183–92.

Madestria NPO, Moedjiono AI, Suriah, Tahir M, Masni, Suarayasa K, et al. Effect of education through video and packaging modifications of iron tablets on female adolescent behavior in the iron supplementation intake in SMPN 2 and SMPN 1 Parigi. Gac Sanit. 2021;35:S127–30.

Jalambo MO, Sharif R, Naser IA, Karim NA. Improvement in knowledge, attitude and practice of iron deficiency anaemia among iron-deficient female adolescents after nutritional educational intervention. Glob J Health Sci. 9(7):15.

Safrida S, Dewi R, Abdullah A. Pengunaan modul dan media animasi dalam mengurangi miskonsepsi siswa pada materi sistem peredaran darah di SMAN 5 Kota Banda Aceh. J Pencerahan. 2017;11(1):39–45.

Govender R, Taylor SA, Smith CH, Gardner B. Helping patients with head and neck cancer understand dysphagia: Exploring the use of video-animation. Am J Speech-Language Pathol. 2019;28(2):697–705.

Febrianti KD, Ayu WC, Anidha Y, Mahmudiono T. Effectiveness of nutrition education on knowledge of anemia and hemoglobin level in female adolescents aged 12-19 years: A systematic reviews and meta-analysis. Amerta Nutr. 2023;7(3):478–86.

Downloads

Published

2025-04-30

Issue

Section

Articles