Penentuan indeks glikemiks dan beban glikemik pada cookies tepung beras merah (Oryza nivara) dan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus. L)

Asri Susanti, Agus Wijanarka, Angelina Swaninda Nareswara

Abstract


Latar Belakang: Bagi penderita diabetes mellitus (DM), dengan mengetahui indeks glikemik (IG) pangan akan mempermudah penderita DM memilih jenis makanan. Faktor yang mempengaruhi IG antara lain kadar serat makanan. Bahan makanan yang mengandung serat antara lain beras merah dan biji kecipir. Tepung beras merah dan tepung biji kecipir dapat dijadikan pengganti terigu dalam pembuatan cookies. Tujuan: Menentukan nilai indeks glikemik dan nilai beban glikemik (BG) cookies tepung beras merah dan biji kecipir. Metode: Jenis penelitian yaitu quasi experimental dengan pembahasan deskriptif yaitu melihat indeks glikemik dan beban glikemik pada cookies. Cookies yang dibuat adalah cookies terigu (kontrol), cookies subsitusi tepung beras merah dan tepung biji kecipir dengan perbandingan 65%:35%. Pengambilan sampel darah dilakukan kepada 10 responden. Hasil: Cookies yang digunakan sebagai cookies uji adalah cookies perbandingan 65%:35%. Perubahan glukosa darah pada glukosa murni lebih tinggi dibanding dengan kedua cookies. Tetapi perubahan glukosa darah cookies kontrol lebih tinggi dibandingkan cookies uji. Cookies kontrol memiliki indeks glikemik 36,82 (IG rendah), sedangkan cookies uji memiliki nilai indeks glikemik lebih rendah yaitu 17,39. Nilai beban glikemik cookies kontrol dan uji dengan jumlah porsi 40 g adalah 8,6 dan 3,5. Keduanya termasuk beban glikemik rendah. Kesimpulan: Kenaikan glukosa darah pada glukosa murni lebih tinggi dibandingkan cookies kontrol dan cookies uji. Cookies dengan perbandingan pencampuran tepung beras merah dan tepung biji kecipir sebanyak 65%:35% memiliki indeks glikemik dan beban glikemik yang rendah.

Keywords


indeks glikemik; beban glikemik; cookies; tepung biji kecipir; tepung beras merah

Full Text:

PDF

References


Kurinia S. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2013; 5(1).

Riskesdas. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI; 2013.

Dinkes DIY. Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2013. Yogyakarta : Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta; 2013.

Siagian A. Indeks Glikemik Pangan, Cara Mudah Memilih Pangan yang Menyehatkan. Jakarta : Penebar Swadaya; 2004.

Miller JB, Hayne S, Petocz P, Colagiuri S. Low-glycemic index diets in the management of diabetes. Diabetes Care. 2003; 26: 2261-7.

Sidik, Jafar A. Perbedaan Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Dua Varian Biskuit. [skripsi]. Jakarta: Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2014.

Utami, Wismardani. Perbedaan Ph Saliva dan Indeks Glikemik Setelah Mengkonsumsi Nasi Yang Berasal Dari Beras Putih Dan Beras Merah [skripsi]. Jember: Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember; 2013.

Kusumastuti, Kadi. Pengaruh Penambahan Bekatul Beras Merah Terhadap Kandungan Gizi Aktivitas Antioksidan dan Kesukaan Sosis Tempe. Artikel Penelitian Universitas Diponegoro; 2012.

Sukmaningrum, Jihan. Sifat Organoleptik dan Kadar Zat Gizi Komplementasi Tepung Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus L) Dengan Tepung Jagung (Zea Mays L) pada Produk Biskuit [karya tulis ilmiah]. Cirebon: Program Studi Diploma III Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Tasikmalaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.

Amoo IA, Adebayo, Oyelaye. Chemical evaluation of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus), Pitanga cherries (Euginia uniflora) and Orchid fruit (Orchid fruit myristica). African Journal of Food Agriculture nutrition and Development (Online version). 2006; 6 (2).

Maturahmah, Enik. Formulasi dan Analisis Biskuit Biji Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus) Asal Lasusua dan Manokwari Sebagai Alternatif Sumber Protein. 2010 [diakses pada 25 November 2016]. dari: http://pasca.unhas.ac.id

Suarni. Prospek Pemanfaatan Tepung Jagung Untuk Kue Kering (Cookies). Jurnal Litbang Pertanian. 2009; 28(2).

Marsono Y, Wiyono P, Noor Z. 2002. Indeks Glikemik Kacang-kacangan. Jurnal. Teknol. Dan Industri Pangan, 2002;13(3).

Saragih, Bernatal. Glikemik Respon Cookies Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch.) (Glycemic Response Cucurbita moschata Durch Cookies). Samarinda : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman; 2006.

Aprisa NC. Analisis Sifat Fisik, Kadar Proksimat dan Kadar Serat Pangan pada Cookies dengan Substitusi Tepung Beras Merah dan Tepung Biji Kecipir [skripsi]. Yogyakarta: Universitas Respati Yogyakarta; 2017.

Arisman. Obesitas, Diabetes Mellitus, dan Dislipidemia: Konsep, Teori,dan Penanganan Aplikatif. Jakarta: EGC; 2013.

Foster-Powell K, Holt SH, Brand-Miller JC. International Table of Glycemic Index and Glycemic Load Values. Am J Clin Nutr. 2002; 76:5-56.

Nix SW. Basic Nutrition and Diet Therapy. Missouri: Elsevier Mosby; 2005.

Kurniali, Peter C. Hidup Bersama Diabetes. Jakarta : PT Elex Media Komputindo; 2002.

Na’imah A. Indeks Glikemik Beberapa Variasi Sajian Mie Instan [skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2013.

Akhyar. Pengaruh Proses Pratanak Terhadap Mutu Gizi dan Indeks Glikemik Berbagai Varietas Beras Indonesia [thesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor; 2009.

Daneswari P. Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Sponge Cake Singkong Pada Orang Sehat [skripsi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2012.

Irawati. Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Singkong (Manihot Uttisma) Goreng dan Rebus [skripsi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2012.

Rimbawan, Nurbayani R. Nilai Indeks Glikemik Produk Olahan Gembili (Dioscorea Esculenta) [internet]. 2013[diakses pada 25 November 2016]. Dari: http://journal.ipb.ac.id.

Gustiar, Harist. Sifat Fisiko-Kimia dan Indeks Glikemik Produk Cookies Berbahan Baku Pati Garut (Maranta Arundinacea.L.) Termodifikasi [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor; 2009.

Barclay AW, Petocz P, Brand-Miller JC. Glycemic Index, Glycemic Load and Chronic Disease Risk: A Meta-Analysis of Observational Studies. Am J Clin Nutr 2008; 87: 627-37.

Sajilata MG, Singhal RS, dan Kulkarni PR. Resistant starch [a review]. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safty. 2006; 5: 1-1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 ILGI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ilmu Gizi Indonesia indexed and listed by: 

Google Scholar Google Scholar   IPI



Ilmu Gizi Indonesia ISSN  2580-491X   (Media Cetak) dan ISSN  2598-7844   (Media Online)

Alamat: 

Ilmu Gizi Indonesia

Jalan Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Telp. (0274) 4437888

Fax. (0274) 4437999

No Hp. 08567865856 / 08562906787

email: redaksiilgi@gmail.com

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats ILGI