Durasi tidur dan aktivitas sedentari sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja

Grouse Oematan, Gustaf Oematan

Abstract


Latar Belakang: Hipertensi obesitik adalah suatu kondisi hipertensi yang didahului oleh obesitas. Prevalensi hipertensi obesitik pada remaja diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan remaja saat dewasa. Durasi tidur dan aktivitas sedentari dianggap sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya hipertensi obesitik pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah durasi tidur pendek dan aktivitas sedentari sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case-control.Subjek dalam penelitian ini adalah 168 siswa sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang, terdiri dari 84 siswa obesitas dengan hipertensi sebagai kasus dan 84 siswa obesitas tanpa hipertensi sebagai kontrol. Data durasi tidur diambil menggunakan Sleep Clinic Questionnaire, data aktivitas sedentari diambil dengan menggunakan ASAQ (Adolescents Sedentary Activity Questionnaire). Hasil: Penelitian ini menemukan hubungan antara durasi tidur pendek (p<0,001) dan aktivitas sedentari (p<0,05) dengan hipertensi obesitik. Remaja dengan durasi tidur yang kurang dari 8 jam per hari berisiko 5,48 kali untuk mengalami hipertensi obesitik. Sementara itu remaja dengan aktivitas sedentari lebih dari 6 jam per hari memiliki risiko 2,27 kali untuk mengalami hipertensi obesitik. Kesimpulan: Durasi tidur pendek dan aktivitas sedentari adalah faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja.


Keywords


durasi tidur; aktivitas sedentari; hipertensi obesitik; remaja

Full Text:

PDF

References


Schwiebbe L, Talma H, Renders C, Visser R, Holthe JEK, HiraSing RA. High prevalence of hypertension in obesechildren in the Caribbean. Paediatric International Child Health. 2012;32(4):204–207.

Saing JH. Hipertensi pada Remaja. Sari Pediatri. 2005;6(4):159–165.

Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta; 2013.

Batara D, Bodhi W, J. BK. Hubungan obesitas dengan tekanan darah dan aktivitas fisik pada remaja di Kota Bitung. Journal e-Biomedik. 2016;4(1):91-96.

Yonata A, Pratama ASP. Hipertensi sebagai Faktor Pencetus Terjadinya Stroke. Majority. 2016;5(3):17-21.

Haack M, Serrador J, Cohen D, Simpson N, Meier-Ewert H, Mullington JM. Increasing sleep duration to lower beat-tobeat blood pressure: a pilot study. Journal of Sleep Research. 2013;22(3):295–304.

Limanan D, Prijanti AR. Hantaran Sinyal Leptin dan Obesitas: Hubungannya dengan Penyakit Kardiovaskuler. eJournal Kedokteran Indonesia. 2013;1(2):149- 155.

Damayant RE, Sumarmi S, Mundiastuti L. Hubungan Durasi Tidur dengan Kejadian Overweight dan Obesitas pada Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kampus C Universitas Airlangga. Amerta Nutrition. 2019;2(2):89-93.

Gottlieb DJ, Redline S, Nieto FJ, Baldwin CM, Newman AB, Resnick HE. Association of Usual Sleep Duration With Hypertension : The Sleep Heart Health Study. Sleep. 2006;29(8):1009–1014.

Sluggett L, Wagner SL, Harris RL. Sleep Duration and Obesity in Children and Adolescents. Canadian Journal of Diabetes. Elsevier B.V. 2019;43(2):146– 52.

Zinner S. Sleep Clinic Questionnaire [Internet]. Developmental and Behavioral Pediatric. Washingthon; 2000. Available from: https://depts. washington.edu/dbpeds/Screening Tools/ SleepSelfReportChildsForm902.pdf

Australasian Child and Adolescent Obesity Research Network. The Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) [Internet]. ACAORN Physical Activity. 2015. Available from: https:// www.anzos.com/physical-activity

Kuciene R, Dulskiene V. Associations of short sleep duration with prehypertension and hypertension among Lithuanian children and adolescents: A crosssectional study. BMC Public Health . 2014 ;14(1):1–8. 14. Martini S, Roshifanni S, Marzea F. Pola Tidur yang Buruk Meningkatkan Risiko Hipertensi. J MKMI. 2018;14(3):297– 303.

Liou YM, Liou T-H, Chang L-C. Obesity among adolescent: sedentary leisure time and sleeping as determinants. Journal of Advanced Nursing. 2010;66(6):1246– 1256.

Gui Z-H, Zhu Y-N, Cai L, Sun F-H, Ma Y-H, Jing J, et al. Sugar-Sweetened Beverage Consumption and Risks of Obesity and Hypertension in Chinese Children and Adolescents: A National Cross-Sectional Analysis. Nutrients . 2017;9(1302):1–14.

Cao M, Zhu Y, Sun F, Luo J, Jing J. Short sleep duration is associated with specific food intake increase among school-aged children in China: a national crosssectional study. BMC Public Health. 2019;19(558):1-9.

Zhang Y, Hou L-S, Tang W-W, Xu F, Xu R-H, Liu X, et al. High prevalence of obesity-related hypertension among adults aged 40 to 79 years in Southwest China. Natural Research. 2019;9:1-8.

Singh M, Drake C, Roehrs T, Hudgel D, Roth T. The association between obesity and short sleep duration: a populationbased study. Journal of Clinical Sleep Medicine. 2005;1(4):357–363.

Santana NMT, Mill JG, VelasquezMelendez G, Moreira AD, Barreto SM, Viana MC, et al. Consumption of alcohol and blood pressure: Results of the ELSABrasil study. PLoS One. 2018;13(1):1-13.

American Diabetes Association. Physical Activity/Exercise and Diabetes. Diabetes Care. 2004;27(1):558-562.

Destiany V. Asupan tinggi natrium dan lama menonton tv sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja awal. Journal of Nutrition College. 2012;1(1):153-159.

De Jong E, Visscher TLS, Hirasing RA, Heymans MW, Seidell JC, Renders CM. Association between TV viewing, computer use and overweight, determinants and competing activities of screen time in 4- to 13-year-old children. International Journal of Obesity . 2013 ;37(1):47–53.

Menghetti E, Strisciuglio P, Spagnolo A, Carletti M, Paciotti G, Muzzi G, et al. Hypertension and obesity in Italian school children: The role of diet, lifestyle and family history. Nutrition Metabolism Cardiovascular Diseases. 2015 ;25(6):602–607.

Shatat IF, Brady TM. Pediatric Hypertension. Front Pediatric . 2018 ;6:209:1:3.

Tran NHHD, Hong TK, Ploeg HP van der, Hardy LL, Kelly PJ, Dibley MJ. Longitudinal Sedentary Behavior Changes in Adolescents in Ho Chi Minh City. American Journal of Preventive Medicine. 2013;44(3):223–30.

Arundhana AI. Pola Perilaku Sedentari Merupakan Faktor Risiko Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Gadjah Mada University. Tesis.2013.

Kim Y, Barreira T V., Kang M. Concurrent Associations of Physical Activity and Screen-Based Sedentary Behavior on Obesity Among US Adolescents: A Latent Class Analysis. Journal of Epidemiology. 2016 ;26(3):137–144.

Al-Nuaim AA, Al-Nakeeb Y, Lyons M, Al-Hazzaa HM, Nevill A, Collins P, et al. The prevalence of physical activity and sedentary behaviours relative to obesity among adolescents from Al-ahsa, Saudi Arabia: Rural versus urban variations. Journal Nutrition and Metabolism. 2012;2012(1155):1-9.




DOI: https://doi.org/10.35842/ilgi.v4i2.208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Ilmu Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lmu Gizi Indonesia indexed and listed by: 

Google Scholar Google Scholar    

     

Ilmu Gizi Indonesia ISSN  2580-491X   (Media Cetak) dan ISSN  2598-7844   (Media Online)

Alamat: 

Ilmu Gizi Indonesia

Jalan Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Telp. (0274) 4437888

Fax. (0274) 4437999

email: ilgi@respati.ac.id/ redaksiilgi@gmail.com

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats ILGI