Pola konsumsi makanan tinggi natrium, status gizi, dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Mantok, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah

Sri Hartati Mantuges, Fery Lusviana Widiany, Ari Tri Astuti

Abstract


Latar Belakang: Provinsi Sulawesi Tengah, secara nasional menempati peringkat ke─8 tertinggi untuk prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter atau konsumsi obat antihipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun. Prevalensi obesitas di provinsi tersebut lebih tinggi daripada rata-rata prevalensi obesitas nasional, yaitu 21,8%. Wilayah kerja Puskesmas Mantok merupakan daerah pesisir dan sebagian besar penduduknya mengonsumsi produk olahan laut. Pola makan masyarakat dan status gizi diduga menjadi faktor penyebab hipertensi di wilayah tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi makanan tinggi natrium dan status gizi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional, dilaksanakan di Puskesmas Mantok, Kabupaten Banggai. Subjek penelitian 48 pasien yang baru didiagnosis hipertensi dan diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah pola konsumsi makanan tinggi natrium dan status gizi, variabel terikatnya tekanan darah. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 64,6% subjek mengonsumsi makanan tinggi natrium dengan kategori asupan lebih, sebagian besar subjek berstatus gizi lebih (58%) dan mengalami hipertensi grade II (67%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara pola konsumsi makanan tinggi natrium dengan tekanan darah (p=0,033), dan ada hubungan antara status gizi dengan tekanan darah (p=0,025). Kesimpulan: Pola konsumsi makanan tinggi natrium dan status gizi berhubungan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Mantok, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia.


Keywords


hipertensi; natrium; obesitas; status gizi; tekanan darah

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman teknis penemuan dan tatalaksana hipertensi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil utama riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.

Nuraini B. Risk factors of hypertension. J Majority. 2015; 4(5): 10–19.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman praktis terapi gizi medis. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat Bina Kesehatan Masyarakat; 2006.

WHO Western Pasifc Region, International Association for The Study of Obesity, & International Obesity Task Force. The Asia-Pasifc perspective: redefning obesity and it’s treatment. Australia: Health Communications Australia; 2000.

US Department of Health and Human Services. The seventh report of the joint national committe on prevention, detection, evaluation, and treatment of high blood pressure [Internet]. 2007. [diakses pada 07 September 2017] dari https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/ guidelines/jnc7full.pdf.

Artiyaningrum. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali pada penderita yang melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2015.

Widiany FL. Pemeriksaan kesehatan lansia di Posyandu Lansia Dusun Demangan Gunungan, Pleret, Bantul. Jurnal Pengabdian Dharma Bakti. 2019; 2(2): 45–50.

Widyaningrum S. Hubungan antara konsumsi makanan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Skripsi. Jember: Universitas Jember; 2012.

Notoatmodjo S. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2012.

Widiany FL. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien hemodialisis. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2017; 14(2): 72–79.

Ratnaningrum D. Hubungan asupan serat dan status gizi dengan tekanan darah pada wanita menopause di Desa Kuwiran Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2015.

Wahyuningsih R. Penatalaksanaan diet pada pasien. Yogyakarta: PT. Graha Ilmu; 2013.

Anakonda S, Widiany FL, Inayah I. Hubungan aktivitas olahraga dengan kadar kolesterol pasien penyakit jantung koroner. Ilmu Gizi Indonesia. 2019; 02(02): 125 – 132.

Listiyaningsih A, Siswati T, Kurdanti W. Asupan sumber natrium, rasio kalium natrium, aktivitas fsik, dan tekanan darah pasien hipertensi. Jurnal Media Gizi Mikro Indonesia. 2013; 6(1): 63–71.

Wade C. Mengatasi hipertensi. Bandung: PT Nuansa Cendekia; 2016.

Putri MA. Hubungan antara asupan serat, asupan natrium, dan aktivitas fsik dengan tekanan darah di Unit Rawat Jalan UPTD Puskesmas Pajang Surakarta. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2016.

Sari Y. Berdamai dengan hipertensi. Jakarta: PT Bumi Medika; 2017.

Fitriana R, Rohmawati N, Sulistiyani. Hubungan antara konsumsi makanan dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan Kabupaten Jember. [Internet]. 2015. [diakses pada 07 September 2017] dari http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/70986.




DOI: https://doi.org/10.35842/ilgi.v4i2.161

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Ilmu Gizi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

lmu Gizi Indonesia indexed and listed by: 

Google Scholar Google Scholar    

     

Ilmu Gizi Indonesia ISSN  2580-491X   (Media Cetak) dan ISSN  2598-7844   (Media Online)

Alamat: 

Ilmu Gizi Indonesia

Jalan Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Telp. (0274) 4437888

Fax. (0274) 4437999

email: ilgi@respati.ac.id/ redaksiilgi@gmail.com

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats ILGI